Rabu, 22 Mei 2013

Teknologi Mesin Toyota Kijang Innova Dipastikan Bisa Pakai Bensin Premium, Dan Aman !

New Toyota Kijang Innova
Ketika Pakai Bensin Premium, Mengapa Toyota Kijang Innova Tarikannya Jadi Berat, Ada Bunyi Ngelitik Pada Mesin, Dan Boros Bensinnya?
HEMATBENSIN.COM- Ingat Toyota Kijang Innova, terpikir dibenak kita sebagai kendaraan medium MPV keluarga yang paling hemat bensinnya, tangguh, nyaman sekaligus lega. Perlu diketahui prioritas utama daripada konsep mobil MPV adalah daya angkut untuk penumpang lebih yang banyak, sehingga cocok untuk mobil keluarga. Contoh mobil jenis MPV adalah mobil Toyota Kijang Innova, Mitsubishi Grandis, Honda Oddyssey, Toyota Avanza/Daihatsu Xenia, Honda Stream, Isuzu Panther, Kijang Kapsul, Hyundai Trajet, Kia Carrens, Nissan Grand Livina, Toyota Alphard, Toyota Nav1, Suzuki Ertiga, Suzuki APV dan lain-lain.

Mesin Kijang Innova berkonfigurasi 4 silinder segaris berkapasitas 1.998cc. Tenaga puncaknya mencapai 136 dk di 5.600 rpm dan torsi maksimalnya 182 Nm pada 4000 rpm dan memiliki Rasio Kompresi Mesin relative tinggi, yaitu sebesar 9,8:1. Lebih tinggi dibanding mobil Mercedes Benz E200 CGI 1.8 yang hanya 9,3:1.

Totoya Kijang Innova menggendong mesin 1TR-FE Euro 2 ini selain bertenaga juga ramah lingkungan. Tentunya kombinasi tenaga maksimal dan emisi yang ramah lingkungan ini berkat diaplikasikannya teknologi canggih seperti DOHC (Double Over Head Camshaft). Perangkat DOHC ini pun makin efisien karena dikawinkan dengan teknologi VVT-I (Variable Valve Timing with Intelligent). VVT-I adalah perangkat yang bertugas mengatur buka tutup klep sesuai dengan putaran mesin dan volume udara yang masuk ke dalam ruang bakar. VVT-I menghasilkan torsi yang lebih optimal disetiap kecepatan dan putaran mesin sekaligus mengefisienkan konsumsi bahan bakar. Sistem VVT-I yang mengatur campuran bahan bakar dan udara dengan lebih akurat didukung oleh teknologi Drive By Wire pada pedal gas. Bukaan katup gas pun disesuaikan dengan program komputer untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar tinggi.

Tapi sungguh patut disayangkan karena kendaraan jenis MPV yang notabene kategori terlaris di Indonesia ini dianjurkan harus pakai bensin Pertamax, sedangkan penggunanya bisa disebut kelas menengah bawah - yang seharusnya bisa menikmati bensin subsidi dari pemerintah, yaitu bensin Premium!!!
Terkait hal tersebut diatas, beberapa riset yang dilakukan berbagai pihak, bisa dirangkum seperti dibawah ini:
·         Rasio Kompresi <9:1 diperlukan bensin premium (RON90)
·         Rasio Kompresi 9:1 - 10:1 diperlukan bensin pertamax (RON92)
·         Rasio Kompresi 10:1 - 11:1 diperlukan bensin pertamaxplus (RON95)

Lalu apa hubungannya bensin Pertamax dengan rasio kompresi 9,8:1 yang dimiliki Toyota Kijang Innova? Analoginya adalah,  ibarat menggunakan senjata laras pendek/Pistol Magazine. Jika Anda ingin menembak dengan harapan peluru melesat dengan tenaga besar dan berkecepatan tinggi, tentu saja Anda harus mengganti jenis Pistol Magazine yang memiliki Capacity dan Energy yang lebih besar., karena semakin besar Capacity – Energy dari sebuah Pistol Magazine maka kecepatan maupun tenaga peluru tersebut akan semakin maksimal. Begitu juga sebaliknya.

Untuk menjelaskan apa itu Rasio Kompresi secara teknis, lihatlah gambar dibawah ini:

Keterangan gambar:
1.      Piston turun dan klep terbuka, ruangan di atasnya akan diisi oleh campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas), dengan perbandingan 14,7:1 (standar).
2.      Klep tertutup, piston kembali naik ke atas dan menekan campuran udara dan bensin tadi. Semakin kecil ruang tersisa untuk campuran itu, maka semakin besar tekanan yang terjadi. Konsekwensinya ini akan memperbesar tenaga potensial terhadap piston, sehingga siap melakukan tolakan yang lebih dahsyat. Perbandingan ruang bakar total dan ruang yang tersisa setelah dimampatkan (ruang kompresi) tadi disebut perbandingan kompresi. Semakin tinggi perbandingan ini, maka semakin besar tekanan yang terbentuk.
3.      Jika pakai bensin RON92 (pertamax). Idealnya sesaat sebelum piston mencapai titik tertingginya (Titik Mati Atas, TMA), busi akan memercikan api, sehingga terbakarlah campuran bensin dan udara tadi. Energi yang terlontar dari hasil pembakaran ini dan juga tekanan yang besar tadi akan ‘melemparkan’ kembali piston ke bawah dan memutar poros roda.
Namun jika pakai bensin RON90 (premium) yang terjadi adalah sebaliknya sehingga mesin bergetar dan terdengar bunyi ngelitik/ detonasi (campuran udara dan bensin akan terbakar sebelum waktunya). Pembakaran yang tidak sempurna, bisa menciptakan gas lain yaitu karbon monoksida (CO) yang berbahaya serta meninggalkan kerak di atas kepala piston. Apabila terus menerus, bisa merusak mesin. Total biaya perbaikan kerusakan seperti ini dapat menghabiskan biaya yang tidak sedikit, puluhan juta yang harus dibayar.
4.      Setelah mencapai titik terbawah (Titik Mati Bawah, TMB), maka ruangan akan dipenuhi sisa-sisa pembakaran, idealnya CO2 dan H20 (air), yang juga berupa gas. Ini akan terdorong oleh piston yang kembali naik ke atas, dan klep terbuka, sehingga bisa dibuang lewat knalpot.
Oleh karena alasan diatas itulah, Toyota Kijang Innova yang berasio kompresi mesin 9,8:1 dianjurkan pakai bensin Pertamax. Hal ini mengingat bensin Premium dibanding bensin pertamax memiliki fungsi penggunaan yang sungguh sangat berbeda, dimana bensin premium memiliki daya ledak cepat sedangkan bensin Pertamax memiliki daya ledak lambat.
Jadi itulah penjelasannya mengapa Totoya Innova dibekali mesin yang rasio kompresinya tinggi 9,8:1.

Selanjutnya, agar lengkap Anda memahami bagaimana perbedaan Toyota Kijang Innova jika pakai bensin premium, pertamax, atau bensin premium include Broquet™
Berikut hasil uji tes dengan mengendarai Toyota Kijang Innova di dalam kota dengan kondisi sehari-hari, pasrah bertemu dengan kemacetan maupun tancap gas ketika perlu akselerasi untuk menyalip. Selain itu, dilakukan pengecekan juga akan kemungkinan econo drive pada kecepatan konstan lebih rendah, yaitu 80 km/jam.

Kondisi Berkendara

Premium

Pertamax
Premium Include Broquet™
Konstan 100Km/Jam
1:12
1:13
1:14,95
Konstan 80km/Jam
1:13
1:14
1:16,10
Dalam kota
1:8
1:9,2
1:10,58

Dari berbagai penjelasan di atas, maka sangat wajar bila banyak keluhan naik Toyota Kijang Innova, terutama masalah ngelitik dan tenaga yang semakin jauh berkurang dibandingkan saat awal pemakaian ( yang oleh dealer sebelumnya memang diisi bensin pertamax). Lalu apa solusinya? Berikut hal yang bisa dilakukan:
1.      Tentu saja gunakan bensin RON 92 ( Bensin Pertamax), karena kalau tetap premium, siklus serupa akan terus terjadi.
2.      Boleh pakai premium asal include alat penyempurna kualitas bensin. Dari berbagai merk produk penyempurna kualitas bensin baik dari dalam maupun dari luar, satu produk yang bisa direkumendasi yaitu Merk Broquet™. Mengapa? Karena alat ini dibuat/ditemukan sejak 1941 oleh Hendry Patrick Broquet, masuk dan mulai dipasarkan di Indonesia sejak 1999. Melalui proses kimiwi yang disebut De-crack alat ini sepanjang 400.000km atau 10tahun (sekali beli ) terbukti bisa memperbaiki/membangun struktur kimiwi baru dari bensin Premium berubah jadi setara Pertamax. Hanya saja harga kategori mahal. Untuk Toyota Kijang Innova harus dicemplungkan minimal 4Pcs broquet type B8. Anda harus merogoh kocek sebesar Rp. 3.800.000,- karena harga per pcsnya senilai Rp.950.000,-, namun jujur kita akui manfaatnya cukup banyak. Hal ini bisa dibuktikan dari berbagai perusahaan jasa taxi di Indonesia atau jenis perusahaan jasa transportasi yang lainnya selalu pakai alat ini, guna menghemat bahan bakar dan merawat sparepart mesin terutama . Anda bisa buka situs www.hematbensin.com

Bagi pemilik Toyota Kijang Innova, Mitsubishi Grandis, Honda Oddyssey, Toyota Avanza/Daihatsu Xenia, Honda Stream, Isuzu Panther, Kijang Kapsul, Hyundai Trajet, Kia Carrens, Nissan Grand Livina, Toyota Alphard, Toyota Nav1, Suzuki Ertiga, Suzuki APV dan lain-lain, jika masih kurang jelas perihal ulasan tersebut diatas, Anda bisa kunjungi Workshop BENGKEL HEMAT BENSIN di kawasan Kelapa Gading Jakarta, tepatnya di Jl. Boulevard Barat 6 Jakarta. Ini Pin BB saya 285CAA8B atau Mobile 081399160008.[T/ARW]